Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, membuka secara langsung kegiatan Townhall Budaya Kerja yang diselenggarakan secara luring di Auditorium Garuda, Gedung Kampus Semarang Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Semarang, pada 6 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penyelarasan kinerja dan penguatan implementasi budaya kerja di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur (P2KA). Townhall tersebut juga menjadi bagian dari kunjungan kerja roadshow Sekretaris Jenderal Kemenkes RI bersama Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur ke kampus Kemenkes Corporate University, dengan Bapelkes Semarang sebagai lokasi awal (kick-off) pelaksanaan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nyata dari hasil Survey Pulse Check 2025 yang bertujuan memastikan perubahan budaya kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan, khususnya di Kampus Kemenkes CorpU Bapelkes Semarang, berjalan secara sistematis dan berdampak.
Acara diawali dengan pemaparan materi oleh Kepala Bapelkes Semarang, Khudhori, mengenai profil instansi serta peran strategis Bapelkes Semarang dalam mendukung pengembangan kompetensi aparatur kesehatan. Selanjutnya, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur, Dwi Meilani, menyampaikan capaian Bapelkes Semarang. Berdasarkan Survey Pulse Check 2025, Bapelkes Semarang menempati peringkat kedua dari tujuh Balai Corporate University dengan skor 3,49, masuk kategori tinggi dan berada di atas rata-rata satuan kerja Kemenkes RI.
Dalam arahannya pada sesi dialog interaktif, Sekjen Kunta menegaskan bahwa Corporate University tidak hanya berfokus pada keunggulan pelatihan, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi. Sekjen mendorong terwujudnya budaya kerja yang terbuka, kolaboratif, serta penguatan kemitraan dengan perguruan tinggi.
Sebelum acara inti berlangsung, kegiatan diawali dengan kunjungan fasilitas yang ada di Bapelkes Semarang, Sekjen Kunta meninjau infrastruktur modern di Kampus Semarang, mencakup ruang kelas, perpustakaan, asrama, hingga ruang podcast sebagai simbol kesiapan digitalisasi. Sesi dialog utama dilaksanakan dengan konsep melingkar dan lesehan untuk memangkas jarak birokrasi, memungkinkan komunikasi dua arah yang jujur antara pimpinan dan staf.
Sebagai puncak apresiasi, Sekjen Kunta memberikan penghargaan "Hero of the Month" kepada pegawai berprestasi sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi luar biasa dalam mendukung transformasi organisasi. Selain itu juga diberikan penghargaan bagi pegawai berprestasi yang telah mencapai pencapaian luar biasa bagi organisasi.
Saat di ruang podcast, Sekjen Kunta juga menyempatkan diri untuk mengisi podcast tentang pentingnya penerapan budaya berbagi pengetahuan (sharing knowledge) di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sekjen kunta mengingatkan agar ilmu yang dimiliki tidak seharusnya disimpan sendiri, melainkan harus dibagikan agar kualitas pengetahuan tersebut semakin meningkat melalui masukan dari rekan sejawat. Penerapan budaya ini merupakan bagian dari transformasi untuk menghapus sistem kerja yang terkotak - kotak (silo-silo). Dengan saling mengisi dan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, ASN diharapkan dapat membangun kerja sama yang solid. Tujuan akhirnya adalah penyelesaian masalah kesehatan masyarakat secara lebih efektif dan efisien melalui kerja bersama yang terintegrasi.
"Ilmu itu ya semakin kita sharing maka akan semakin bagus ilmu kita. Jadi ilmu jangan untuk diri sendiri. Kita sharing ke teman-teman sehingga nanti pasti ada masukan, dan ilmu kita semakin bertambah. Sebagai ASN, budaya kerja kita sekarangkan berubah, kita tidak ingin silo-silo, kita ingin ada kerja bersama. Goal-nya agar menyelesaikan masalah untuk kesehatan masyarakat,” ujar Kunta.
Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran Bapelkes Semarang berkomitmen untuk terus mendorong implementasi budaya kerja CorpU untuk menjadi rujukan pembelajaran unggul yang berdaya saing di lingkungan Kementerian Kesehatan.
Bapelkes Semarang diharapkan semakin mengukuhkan perannya sebagai learning engine Kemenkes Corporate University sekaligus menjadi motor penggerak pembelajaran dan pengembangan kompetensi aparatur kesehatan di lingkungan Kemenkes RI.