Jakarta - Kementerian Kesehatan melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur (P2KA) telah melaksanakan kegiatan Pembekalan Pra Keberangkatan Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri Periode Januari 2026 pada hari Senin, 12 Januari 2026, secara daring melalui Zoom Meeting. Pembekalan diberikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha dan dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Tata Kelola dan Reformasi Birokrasi, Bambang Widiyanto,  Perwakilan Sekretaris Unit Utama, Kepala Unit Kerja asal peserta, dan 21 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan melaksanakan pendidikan dan pelatihan di luar negeri.

Dari total 21 orang ASN tersebut, sebanyak 8 orang ASN mengikuti program pendidikan melalui skema beasiswa LPDP, Korea International Cooperation Agency (KOICA), Asian Development Bank – Japan Scholarship Program (ADB–JSP), dan Australia Awards. Sementara itu, 13 ASN lainnya mengikuti program pelatihan melalui skema Manaaki Scholarship, Singapore Cooperation Programme (SCP), Japan International Cooperation Agency (JICA), Asian Development Bank (ADB), dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

 

 

Sekretaris Jenderal menyampaikan arahan kepada 21 ASN yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan luar negeri

 

Penyampaian laporan kegiatan oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur

   

Penyampaian informasi mengenai mekanisme knowledge sharing pasca penugasan

oleh Ketua Tim Kerja Corporate University Non Klasikal

   

Kegiatan pembekalan diawali dengan penyampaian laporan oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur, Dwi Meilani, dilanjutkan dengan arahan sekaligus pembekalan dari Sekretaris Jenderal, serta pemaparan mengenai mekanisme knowledge sharing pasca penugasan baik untuk peserta pendidikan maupun pelatihan luar negeri yang disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Corporate University Non Klasikal, Dinanti Abadini.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memastikan bahwa penugasan pengembangan kompetensi luar negeri selaras dengan mandat organisasi, menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas unit kerja, serta menjaga akuntabilitas dan memperkuat komitmen kontribusi peserta setelah kembali melaksanakan tugas.

“Kementerian Kesehatan sedang berinvestasi kepada Saudara-saudara dalam bentuk pengembangan kompetensi, yaitu pendidikan formal dan pelatihan/kursus internasional. Keberangkatan Saudara ke luar negeri bukan sekadar perjalanan akademik atau pelatihan/kursus, melainkan langkah strategis organisasi untuk mencetak pemimpin dan ahli (expert) yang mampu mengakselerasi transformasi kesehatan”, ujar Sekjen kunta.

Sekjen Kunta juga mengingatkan agar para peserta pendidikan/pelatihan fokus pada solusi dan pulang dengan rekomendasi dan rencana tindaklanjut. Selama di luar negeri harus menjaga disiplin, integritas dan nama baik, serta tetap berbagi dan berkontribusi dengan cara melakukan knowledge sharing dan aksi nyata.

Peserta Pembekalan Pra Keberangkatan Diklat Luar Negeri Periode Bulan Januari

Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai tujuan penugasan, tanggung jawab selama mengikuti program, serta kewajiban untuk mengimplementasikan hasil pembelajaran di lingkungan kerja masing-masing.

Diharapkan pembekalan ini dapat memperkuat kesiapan peserta dalam menjalankan tugas pengembangan kompetensi di luar negeri serta mendorong transfer pengetahuan yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan dan kinerja Kementerian Kesehatan.